Wednesday, April 30, 2003

masih kagum sama kecepatan yang di dapat malem hari

silly me. gara" gak ngecek imel yang ada di provider gue, makanya gue gak tau kalo ternyata untuk dapetin yang lebih bagus gue kudu ganti setingan di internet tools browser gue. huhuhuhuhu. yang ada tuh email udah 2 hari nangkring di mail box baru gue buka barusan. abis kan kalo yang soal customer care gini biasanya di sini jarang banget di jawab cepet. pas gue test bandwith yang ada di sini sama ini kok bisa di antara adsl 768 dan 384 kbps. jarang" gini kejadian warnet gue bisa secepat ini.huhuhuhuhuhu. udah ah masih girang aja sama kecepatan yang menurut gue menakjubkan.

Wednesday, April 23, 2003

masih males untuk posting

tadi siang ketemu si dinceuh di rspp. pas gue nganterin bokap ke poli mata. gue sms dinceuh. terus ketemu. ketemu juga sama maminya si wowik. nyokap bokapnya vina juga. huhuhuhu bokap nyokap gue kayak re unian aja.

oiya ini ada kiriman dari kontributor gue.

Alkisah di neraka sedang ada wawancara terhadap tiga orang pria yang masuk secara bersamaan.

Malaikat : Hai pria berdasi, kamu kok mati masih berdasi segala,kenapa kamu sampai disini?
Pria 1 : Begini om, tadi itu sebetulnya saya di kantor, terus kepala saya pusing, jadi saya pulang cepat ke apartemen. Sesampai disana eh... saya dapati istri saya telanjang di ranjang dan tampak lelah berpeluh, pasti abis nyeleweng maka saya cari laki-lakinya dan ternyata di balkon sedang ada orang dengan celana pendek sedang bergantungan, langsung saya pukuli, tapi nggak jatuh-jatuh akhirnya saya sambar lemari balkon dan saya lemparkan ke laki-laki itu,sayangnya saya terbawa kebawah dan saya ada disini.
Malaikat : hmmm ... kamu emang sial, coba pria yang bercelana pendek itu,kenapa kamu sampai disini ???
Pria 2 : Nggak tau om, tadi itu saya sedang olahraga pull up di balkon apartemen saya, terus saya kepeleset, untung saya masih bisa meraih balkon tetangga di bawah saya, eh ... tau-tau ada lelaki mukulin saya,bahkan saya digebuk lemari, akhirnya saya jatuh dan saya ada disini.
Malaikat : mmm ... kamu lebih sial lagi ... coba pria yang telanjang bulat,kenapa kamu sampai ke sini?
Pria 3 : Nggak tau om ... bener! ..., tadi itu saya lagi enak-enak serong sama istri orang, eh nggak taunya suaminya pulang cepat, dan saya segera bersembunyi di lemari balkonnya, eh tau-tau kok ada disini.

Friday, March 21, 2003

long time no see, b'coz i'm busy

hi there (waving) *_^. lama juga nih blog terbengkalai sampe lupa gue pass buat log in nya :(. jakarta macetnya udah parah banget. tadi sore kan gue mo ke pim buat beli voucher nexia di duniaku. jarak pim - warnet yang biasanya bisa ditempuh dalam 20 menit paling lama 30 menit deh, eh ini malah hampir 2 jam. itu juga pake keliling" nyari jalan tikus, udah gitu jalan tikusnya ikutan macet :(. dan sialnya tuh duniaku udah tutup dari kapan tau. MONYONG!!. untung aja gue udah beli buku sama komik di gramed jadi gak sia" banget peginya, coba aja kalo gak beli apa"? bisa senewen yang ada gue. sekedar ngegambarin macetnya tol kampung rambutan - pondok pinang; tiga lajur jalan yang ada ke isi penuh dari pintu tol pondok pinang sampe fly over deket citos (termasuk jalan yang bukan tol). kalo begini gue kangen jakarta pas lebaran :(

Sunday, February 23, 2003

Pinnochio

One day, Pinocchio and his girlfriend were in bed doing what
girls and wooden boys do. Later, as they were cuddling,
Pinocchio could tell that something was bothering his
girlfriend. So he asked her, "What's the matter, baby?"

Pinocchio's girlfriend gave a big sigh and replied,
"You're probably the best guy I've ever met-- but
every time we make love, you give me splinters."

This remark bothered Pinocchio a great deal, so the next day
he went to seek some advice form his creator, Gepetto. When
Pinocchio arrived, he could tell something was bothering
Pinocchio, and asked him what was the matter. As Pinocchio
revealed his dilemma, Gepetto searched up and down for a
solution. Eventually, he suggested that sandpaper might be able
to "smooth" out Pinocchio's relationship with his girlfriend.
Pinocchio graciously thanked Gepetto and went on his way.

Gepetto had not heard from Pinocchio for a while
and therefore assumed that the sandpaper had
solved all of Pinocchio's problems.

A couple weeks later, Gepetto was in town to have some blades
sharpened at the hardware store when he ran into Pinocchio. When
he saw Pinocchio buying all the packs of sandpaper the store had
in stock, Gepetto remarked, "So Pinocchio, things must be going
pretty damn good with the girls." To which Pinocchio replied,

"GIRLS? WHO NEED GIRLS???"

Friday, February 14, 2003

ada yang ultah nih

happy birthday to you, gal !! huehueuehuheuheuheue gue jadi juga akhirnya sebagai orang yang terakhir ngasih selamat secara online :)

Saturday, February 08, 2003

ada beberapa alamat baru

baru nambahin link buat bhita, icut, ike sama mima :).
rodney carrington

dari chatting room eh dapet alamat ini......kartunnya lucu.
hmmmm.......

seharian di warnet, dulu waktu gue masih jaga di darmanet sering mikir enak banget kalo bisa punya warnet. sekarang begitu udah punya satu baru mikir deh, ternyata ngatur orang itu susahnya minta ampun. ada yang rajin, ada yang cuek ada yang kudu dibilangin berkali" baru ngeh. kadang" gemes juga liatnya. kayaknya gue kudu kursus manajemen nih. huehuehueheuheue.

hmmm....apalagi yah? oiya mo minta maaf nih buat yang semalem ngajakin nonton, sorry kalo tadi gue gak bisa. tadi siang soalnya kudu nganterin bokap nyokap ke kondangan. next time kali yah? cuman emang sih kan sayang banget soalnya nih film kan cuman sampe tanggal 12 yah? lebaran haji aja apa nontonnya? tau ah entar liat aja kali yah?

lho kok play list di winamp gue jadi lagu" mellowisme gini?

Thursday, February 06, 2003

terlalu capek !!

song : please don't turn me on - artful dodger + craig david
baru abis berenang (damn! i'm so tired). just wanna go to bed and wake up in the morning. i'll catch ya later.

Wednesday, February 05, 2003

dari iseng malah ganti warna

iyah nih saya lagi iseng di warnet (kok iseng mulu yah? kayak hidup ngga ada rencananya ^_*), udah ngedit template tapi lupa buat nambahin links di bloggerianz mo buka templatenya lagi males banget, uploadingnya lagi lelet. tumben nih hari ini betah banget di warnet, biasanya ngeluyur kemana".

oiya tadi siang sebenarnya keluar sih, beli vcd fi duta mas fatmawati, selama jalan dari warnet sampe ke duta mas hampir 4 kali nabrak. mentang" motornya kenceng main embat aja si denceh bawanya. di sana aturan mo beli majalah chip malah beli vcd antitrust -nya rachel leigh cook sama XXX nya vin diesel. dasar gatel pengen belanja *dezigh*

udah ah, terlalu capek nih duduk di depan pc, mo lempengin badan. till then see ya.

Wednesday, January 29, 2003

dapet dari temen" di milist


eramuslim - Seperti yang sudah saya duga. Sekeping gopekan keluar lagi dari jendela mobil. Penasaran saya makin betambah. Ini bukan yang pertama kali. Sering. Teramat sering malah. Tapi apa alasannya? Sulit bagi saya untuk mengerti. Mereka bukan tak bisa. Hanya kurang berusaha saja. Memberi uang sama artinya dengan memberikan persetujuan dan pembenaran. Sedangkan kita sudah selayaknya memberikan pelajaran. Kenapa dia harus selalu memberi? Tanpa pernah memilih lagi.

Dulu. Pertama kali saya menjadi anak buahnya. Seorang penjual pengharum ruangan masuk ke kantor. Meskipun di pintu depan sudah tertulis besar-besar "PARA PEDAGANG DAN PEMINTA SUMBANGAN DILARANG MASUK". Tetap saja tiada hari tanpa pedagang keliling dan peminta sumbangan di kantor ini. Entah mereka sudah bebal atau kebal, saya juga tidak tahu.

Penjual pengharum itu berkeliling ke meja-meja pegawai, menawarkan dagangannya. Sebagian cuek, sebagian lagi menolak dengan halus. Ada pula yang menawar, tapi akhirnya tidak jadi membeli. Ketika para pedagang itu sampai di meja si bapak, tanpa banyak kata, si bapak mengambil beberapa buah barang dagangannya dan membayar tanpa menawar.

Beberapa kali kejadian semacam berulang. Si Bapak hampir selalu membeli barang dagangan setiap pedagang yang masuk ke ruangan kami. Pernah suatu saat saya bertanya kenapa beliau suka membeli barang dari para pedagang yang ke kantor. "Siapa lagi yang akan membeli kalau bukan kita? Sudah terlalu banyak yang berbelanja di mall. Biarlah saya berbelanja pada mereka", begitu jawab beliau.

Namun ternyata bukan hanya itu. Kalau membeli barang dagangan, sebagaimana alasannya di atas, saya bisa menerima dan mengerti. Tapi ternyata dia juga selalu memberi kepada para peminta sumbangan yang bergantian datang ke kantor kami.

Sudah menjadi rahasia umum, bahwa tak semua peminta sumbangan itu benar-benar peminta sumbangan untuk masjid, anak yatim piatu atau sejenisnya. Banyak dari mereka yang menggunakan metode peminta sumbangan untuk menghidupi diri. Dan saya pernah mengingatkan bapak ini tentang hal itu. Tapi ia tak berkomentar.

Beberapa hari terakhir, beliau hampir selalu memberikan koran harian pada saya. Beliau tahu saya suka membaca.

"Saya tak butuh koran itu," kata beliau.
"Lantas mengapa membeli?" tanya saya.
"Karena saya tahu tak banyak orang yang membeli koran dari tukang koran seperti dia,". Itu jawabnya.

Dan kini? Ini sudah kesekian kali, ketika saya satu mobil dengan beliau karena ada tugas keluar kantor. Peristiwa yang sama terjadi kembali. Beliau memberi uang kepada setiap peminta-minta di jalanan, baik yang memang terang-terangan meminta-minta, mengamen, polisi cepek maupun yang setengah memalak dengan 'berorasi'.

Kali ini saya tak lagi bisa diam. Menurut saya apa yang beliau lakukan tidak mendidik, membuat mereka makin malas, tak mau bekerja keras dan mengharapkan uluran tangan seperti ini. Setidaknya, kalau mau memberi, hendaknya kita pilih-pilih, mana yang tampak betul-betul membutuhkan. Atau, kalau mau berinfak kenapa tidak melalui lembaga yang benar-benar dapat dipercaya akan menyampaikan amanah kepada yang benar-benar berhak? Saya memberondongnya dengan sebuah argumentasi panjang.

"Saya tak yakin dengan tidak memberi akan mendidik mereka. Semestinya ada orang-orang yang aware dengan program penyadaran itu. Tugas merekalah yang menyadarkan. Sedang saya, hanya ini yang bisa saya lakukan. Mungkin mereka memang tak sungguh-sunguh miskin, bisa jadi mereka hanya malas. Tapi saya yakin, jika mereka bisa semudah kita mencari rizki, mereka tak akan melakukan itu semua. Jika karena tak ada yang mau memberi mereka kelaparan, lantas kepada siapa mereka meminta. Kemana mereka mencari? Sedang kita? Kalaupun harta kita habis karena mereka, setidaknya masih lebih mudah bagi kita untuk mencari lagi dengan bekal kemampuan yang diberikan Allah pada kita."

Urain panjang lebarnya membuat saya tertegun. Masih lebih mudah bagi kita. Ya, masih lebih mudah bagi kita mendapat rezeki dibanding para tukang koran. Masih lebih mudah bagi kita mencari penghidupan dibanding para pedagang asongan. Masih lebih mudah bagi kita mencari makan dibanding para pengamen jalanan. Masih lebih mudah bagi kita meminta bantuan teman, dibanding mereka, gelandangan tak berkawan. Masih lebih mudah bagi kita. (azimah rahayu, azi_75@yahoo.com)



my to do list

buat gue sendiri
- nyari gawe
- beli rak tv buat di rumah
- beli hard drive buat pc di rumah + memory
buat di warnet
- ganti spanduk buat di warnet dengan yang lebih menarik
- dua monitor di warnet perlu dibenerin
buat mobil
- ganti karet" pintu mobil


Sunday, January 12, 2003

HAPPY BIRTHDAY

SELAMAT ULANG TAHUN KE 26 UNTUK ACHMAD NURYADIN A.K.A ADHIEN A.K.A MALIH


Udah makin tua, sadar dong.....jangan pacaran kelamaan, udah married aja din. Jangan bisnis mulu dipikirin!!!
memulai tahun ganjil

tahun ganjil? bakalan penuh warna kali tahun ini.
jalan bareng
10 january 2003, jam 4 sore dah ditelepon sama mpeb bilangin kalo dia dah nyampe ke jakarta, terus minta gue jemput ke rumahnya karena ada Dini juga yang mana adalah mantan calon pacar (huehuehuehuehuehuehue). Tanpa mandi (dari pagi) langsung cabut sama afri. di rumah si febs akhirnya ketemu sama ponakanya yang selalu dia sebut di blog, ranna. berangkat dari rumah febs udah jam 6 kurang gitu deh, yang rencananya mo ke pe es kudu jemput AA nya si febs yang bakalan sampe di gambir jam 1/2 7 sore. setelah melalui kepadatan di depan istana negara yang abis dikerubutin mahasiswa dan dipaksa menerobos lampu merah oleh mpeb akhirnya kita sampe di depan atm bni di gambir. dari gambir kita makan di bubur ayam besuki, menteng. selama makan yang ada cela"an (bukan cela"an sih, orang nyelain gue kok). dari nanya gimana kabar mitha sampe soal" gak penting gitu lho pas gue gebet dinceh jaman dulu, mulai dari lagu perangnya gue "YOVIE + NUNO, INDAH KUINGAT DIRIMU" dan febs yang ketawa aja. bayangin aja sambil dengerin nih lagu gue bawa mobil, co-drivernya febs dan yang dibelakang sepasang kekasih yang baru jadian......huehuehuehuehuehuehuehue.....kasian deh gue. waktu itu febs bete gue juga bete yang ada tuh mobil gue bawa aja kemana gue suka. dari daerah menteng nyasar sampe tmp kalibata. huehuehueheuhuheu. udah ah cukup flash backnya. gara" inget tuh lagu makanya kita mau request ke mbak satu ini yang lagi siaran, makanya kita langsung muter ke sarinah thamrin. kalo menurut febs sih buat klarifikasi soal hati (MONYET!!!). di i-radio ada kali satu jam-an gitu deh. begitu cabs dari sana gak tau mau kemana akhirnya gue ajak aja tuh anak" ke warnet gue dan makan nasi goreng di jalan haji kamang. selesai makan ya udah langsung balik aja soalnya ce" itu udah gak bisa keluar sampe pagi kayak dulu. huieueuehuehuheuehuehuehuheuhe. setelah nge drop dini di lebak bulus, gue bertiga nganterin febs ke rumahnya. segitu dulu aja kali yah. gerah nih males posting banyak".

Sunday, January 05, 2003

mohon beribu maaf buat suhu ali

Kemaren sore main ke darma, ternyata sepi banget. Anak" pada berangkat ke Bandung, yang nyisa cuman Ali sama Sarce yang jaga sore dan Manurung's brother. Niatnya gak mau on line deh. Eh tau" di cenel jadi rame gitu, yang ada akhirnya ambil pc dan online bentar (asli bentar kok cuman 15 menitan deh). Niatnya mo maen bilyard di hanggar eh tapi yang mau cuman gue sama Ali, tapi yang lain pada gak mau. Ya udah akhirnya balik dulu ke warnet gue, di sana ada afri. Setelah nunggu si Ali makan di nasi Padang sebelah akhirnya berangkat deh kita betiga ke TownSquare, abis paling deket sih.

Berempat ke Starbuck

Cokelat panas gue tumpah ke baju si ali dan akhirnya tuh baju jadi bercorak, untung akhirnya tuh cokelat di ganti sama mbak" yang ngelayanin. Ma kasih mbak!! Di sana cuman duduk nongkrong doang dan menghabiskan satu bungkus marlboro + sampoerna.

Terus si ali ketemu sama si marin tapi marinnya yang ngga ngeh kalo dia kenal ali apa ngga. Pas di sms pake hape gue dia yang ngebales :
"gue liat sih kalo yang baju putih, kurus dan pake kacamata. Tapi kan gak mungkin lo udah kurus har"...hauhuahauhauahauhauhauhauhauha
Pengen kurus sih tapi kok susah banget yah. Jadi gampang capek nih sekarang....HIKS

Tuesday, December 17, 2002

anekdot dari wida

A black man and his son are on an airplane going across the ocean

when they hear the captain's voice coming over the speakers.

"Ladies and gentlemen, I'm afraid I have some bad news. One of our engines
has gone out. We still have 3 working fine, but in order to make it across
the ocean, we will have to dump all the luggage. It will be picked up
by boats and returned to the airport where you can pick it up.
Sorry for the inconvenience."

Well, then about 15 minutes later, the captain comes on again.

"Ladies and gentlemen, I'm afraid I have some more bad news. We just lost
another engine. Since we already dumped the luggage, we will now have
to drop people. You will be given floating devices and will be
picked up immediately by a boat and taken safely to shore.
To be fair, we will do this in alphabetical order.

'A' is for African American. All African Americans,
please raise your hands."

Well, hearing this, the little black boy started to raise his hand.
His father pushed his hand down and said, "No son, keep it down!"

When no one raised their hands, the captain said, "Okay, fine, let's move
on to the letter 'B'. 'B' is for black. All blacks, raise your hands."

Again, the little black boy starts to raise his hand,
and his father does the same thing.

The captain then comes on again, and says, "Well then, I guess we'll move
on to C. 'C' is for Colored. All colored people, raise your hands."

The little black boy starts to raise his hand, and his father
pushes it down and tells him no. "But dad!" he says,
"We are African American, we are black, and we are also
called colored. Why won't you let me raise my hand?"

His father says, "No son, today, we're niggers. Those damn
Jews and Mexicans are going before us!"
I'm still harry from the blog

udah lama juga yah gak ngeblog. oiya semenjak gue punya warnet' temen" gue yang sekos sering pada nginep di sini, kalo gak main cs pasti chat di yahoo messenger or mirc. lumayan sih nambah rame"in kalo malem, soalnya akhir" ini banyak banget gue denger warnet disantronin sama garong. jadi gak apa deh kasih gratis yang penting kesannya banyak orang di dalem warnet :). cuman yang bikin gue bete, pas internetnya ngedrop tuh anak" pada bakalan cabut.....@#$%&. kayak semalem aja deh, pas balik dari muara karang buat ngerayain ulang taunnya indra, ali sama afri, pas balik ke warnet internetnya masih ngedrop tuh anak" pada alasan balik lah apalah.....pokoknya udah ketaker deh kalo pertemanan gue ternyata hanya sebatas akses internet......huahuahuahauhauhahauhauhauha.....tapi emang sih yang main gratis"an itu yang paling ribut kalo internetnya lagi down, like ali said beberapa waktu yang lalu, "kadang" gue bete har sama anak" yang gratisan, kalo internet lagi down aja waduh ributnya ngalah"in yang bayar" :P.

Sunday, December 08, 2002

IN LOVING MEMORIAM OF DIAN NOVITA SULAEMAN (4 November 1977 - 8 Desember 2002)

Dec 08, 10.22 AM
SMS dari Aim : "Co gue dapet kabar dari Aidil kalo si Dian meninggal, bener gak?" becandaan yang gak lucu!!!
gue telpon no hape Dian, yang jawab cuman pesen kalo Dian dah ganti nomor, gue telpon nomornya yang baru, diangkat, bukan Dian yang jawab.
"Bisa bicara dengan Dian?"
"Dian nya sudah ngga ada mas, meninggal tadi pagi"
"Innalillahi wa inna illaihi rojjiun, terus ini di mana? Di jakarta apa bogor?"
"Di bogor, di rumah suaminya"
"Ya udah ma kasih yah. Assalamualaikum"
"Wa alaikum salam"

Dian baru aja merayakan ulangtahun yang ke 25 bulan November yang lalu, tanggal 10 bulan yang sama usia pernikahannya genap satu tahun, dan keluarga muda ini baru saja dikarunia putri yang lucu, Raissa (3 bulan), mereka juga sedang mencari rumah baru yang lebih dekat ke kantor. Intinya mereka pada saat ini sangat bahagia. Tetapi Tuhan punya kehendak lain. Gue cuman mikir, kejadian Dian bisa aja terjadi sama keluarga muda lainnya atau mungkin gue yang belom berkeluarga. Masalahnya sudah siap belom bekal kita buat ke "sana"?

Yang pasti buat gue Dian adalah sahabat yang sangat dekat, walaupun kita (gue, Prima, Rijal, Dewi dan Dian) cuman deket dari kelas 2 sma sampe kita lulus. Setelah itu kita masing" kuliah di tempat yang berbeda. Tapi selama itu kita selalu saling kontak, minimal tiap tahun kita buka bersama entah di bogor atau di jakarta, kecuali 3 puasa terakhir Dewi ngga bisa ikut bareng soalnya dia mulai kerja dan menetap di Surabaya. Masih lekat dalam ingatan gue bagaimana girangnya Dian pada saat pertama kali tulisannya di muat di Tempo. Gimana senengnya kita pas terakhir buka bersama di PS berempat dan pada saat itu kita telpon Dewi yang ada di Surabaya. Gimana senengnya tuh anak pas nunjukin ke kita kalo dia udah pake jilbab. :). Selamat Jalan Dee!! No one can't take your place. Our friendship will last forever.

Wednesday, December 04, 2002

SELAMAT MERAYAKAN IDUL FITRI 1 SYAWAL 1423 H
say no to kambing

kenapa say no to kambing? iya nih gara" perut kosong abis puasa langsung dihajar sama sate ayam dan sop kambing maka jadilah gue terkena Inflammatory Bowel Disease, udah selama seharian dari malem kemaren, kemaren dan tadi pagi gue tetep gak berenti muntah" dan mencret, untung keburu kedokter, jadi tau penyakitnya.

udah gitu semalem kan pas dari dokter, eh dini hari kok, gue sempet cepirit gitu dicelana gara" telat buka celana pas mo boker *huehuehuehuheue* (gak berbobot gini postingan gue). anak" jadi pada ketawa di warnet. akhirnya dengan terpaksa gue balik ke rumah soalnya gak nahan lagi buat stay a little bit longer di warnet. sampe rumah langsung deh gue ke kamar mandi lagi. baru abis itu tidur di kamar bawah. mana nyokap gue ngebalur minyak kayu putih enak banget lagi di sekujur tubuh gue *i hate minyak kayu putih* angetnya sih gue suka, aromanya itu lho.

di kamar bengong-tidur-makan-bengong, bete dah pokoknya mah. akhirnya iseng aja nelp eno udah lama juga gak nelp dia, eh dia lagi kecapekan juga soalnya si mbak yang bantu" di rumahnya mudik, ya udah deh sebagian pekerjaan si mbak dia yang kerjain. ngobs lumayan lama sampe gue inget kalo dia sibuk....huahuahauhauhauha. abis itu baca" majalah chip yang ada di kamar gue. bosen. terus sms"an sama dini. nah tuh anak lagi di setrap gak boleh kemana" selama seminggu, soalnya seminggu lalu dia sempet diopname gara" liver. terus sms" ke anak" happy lebaran....oiya saya mah ikut lebaran yang cepetan.